Rabu, 25 Januari 2017

CERITA HOROR: SISI GELAP GEDUNG TUA SEASON 1

SISI GELAP GEDUNG TUA
SEASON 1:
"Jangan sebut namanya & bercerita tentangnya!"

Episode 1:

     Tiga hari lagi akan masuk liburan sekolah. Sebelum kenaikan kelas 12. Liburan kemarin aku diminta mama berkunjung kerumah nenek di Pontianak. Jujur aku sangat senang. Pemandangan desa yang asri, sawah yang luas membentang, segalanya terlihat begitu sejuk dipandang. Semua itu tak pernah kujumpa dijakarta. Tapi kali ini mama memintaku memilih liburanku sendiri. Sebenarnya aku tertarik dengan pesona keindahan pulau lombok yang belakangan ini jadi trending topik karena keindahan pulaunya yang masih perawan.

      Saat aku tengah sibuk memikirkan liburan ku, aku teringat email yang ku baca 4 hari yang lalu. Cukup menarik sebenarnya. Email tersebut dari sebuah panti asuhan HARAPANKU yang terletak di Kediri. Dipanti asuhan itu mengadakan Program tiap liburan untuk belajar dan bermain bersama anak-anak yatim. Tujuannya agar kita bisa berbagi bersama mereka. Cara registrasinya cukup mudah. Tinggal mengisi kolom & membayar biaya registrasi sebagai biaya gathering. Dan satu hal lagi, membawa beberapa barang untuk diberikan pada mereka (boleh barang yang sudah tidak terpakai).

     Sebenarnya aku belum pernah kePanti asuhan. Mungkin jika aku menyetujuinya. Ini akan menjadi kunjungan pertamaku.

"Baiklah, aku akan Join! Mungkin aku harus ijin mama dulu. Aku harap mama bakal kasih ijin." gumamku.
...

Esoknya setelah pulang dari pelajaran les piano aku langsung mendatangi mama untuk meminta ijin.

"Ma!" panggilku manja

"Apa, sayangku Hana." Sambut mama sambil membelai rambutku penuh sayang.

"Ma, aku dapat email dari panti asuhan yang ada di ke diri. Namanya panti Asuhan Harapan.." celotehku menerangkan panjang lebar tentang panti asuhan tersebut yang berujung rengekan manja agar mama mengijinkan aku ikut Program liburan panti tersebut.

"Kamu yakin sayang mau kesana? Disana kita gak ada saudara loh" Ucap mama agak ragu dengan permintaanku.

"Ma, meski didepan mama aku ini manja. Bukankah mama tahu kalo aku ini juga gadis mama yang optimis dan penuh ambisi!" Ucapku meyakinkan.

"Hmm... Begitukah!" respon mama sambil tersenyum menggoda. Belum sempat aku jawab mama sudah bilang "Oke, tapi benar yah kamu bakal baik-baik aja sayang!" kata mama memastikan.

"Yey, tentu ma..!" aku bersorak kegirangan sambil berlari kekamar untuk menyiapkan semuanya. Tentu aku registrasi terlebih dahulu karena tinggal dua hari lagi sudah date line dan close registrasi. Bisa gagal rencana liburan kali ini. Dan aku menyiapkan semua yang perlu aku bawa. Karena aku ini typical pelupa jadi apa salahnya kalo aku prepare lebih awal.

"Hana sayang, turun .. Mari kita makan malam!" panggil mama

"Oke ma!".. Jawabku dan segera turun.

Sambil makan malam mama berceloteh dan bertanya.
"Apakah kamu udah pesenan tiket sayang?" tanya mama. Belum sempat aku jawab mama bertanya lagi. "Rencana mau naik pesawat atau kereta api?"

"Udah kok ma barusan. Kayaknya aku pilih pesawat deh. Mungkin bakal menghabiskan waktu 3 jam untuk ke Surabaya dan 3-4 jam buat ke ke diri pake jasa Travel. Kalo pake kereta api kan bakal seharian ma.." jawabku.

"Dimana kamu pesan sayang?" tanya mama lagi

"Kan ada Handphone ma! Tinggal download aplikasi pemesanan tiket. Beres deh..!" kataku menjelaskan.

"Ya udah, kalo udah beres kan mama tenang sayang!"

    Setelah menyelesaikan makan malamku, aku kembali kekamar. Aku menyibak sedikit tirai dan melihat keluar. Disana aku melihat pemandangan yang biasa aku lihat. Sesosok wanita yang memakai gaun putih dengan rambut terurai panjang dan memakai jepit pita berwarna merah muda. Namanya mbak Irma, aku iba padanya. Dia meninggal saat pesta ulang tahunnya yang ke 23, dia tak sengaja terpeleset dan kepalanya terbentur tepian kolam renang saat berlari disamping kolam.

    Dia menatapku dan melambaikan tangannya. Akupun tersenyum dan menutup tirai kamarku kemudian pergi ke kasur untuk tidur.

      Biasanya aku selalu berlibur bersama Salsa, teman baikku dikelas. Namun kali ini aku tak bertanya kemana dia akan berlibur. Dan dia juga tak bertanya kemana aku akan berlibur. Mungkin setelah berlibur aku akan bercerita padanya.

***

   Beberapa hari telah berlalu. Dan hari ini adalah hari dimana aku berangkat ke panti asuhan itu.

   Setibanya disana pukul 08.30 pagi aku langsung menuju kantor untuk konfirmasi dan bertanya tentang procedure serta jadwal harian panti. Aku datang cukup awal. Setelah itu aku melihat beberapa orang berdatangan yang juga ingin menikmati liburnya dipanti ini.

   Selesai dari kantor aku menerima buku Procedure dan jadwal harian panti serta kunci ruang kamarku dengan No.R09 Petugas meberitahuku aku akan sekamar bertiga.

  Namanya Elvira, petugas memberitahuku dia memiliki seorang teman sekamar dan teman sekamarnya kecelakaan dan meninggal. Selain dia teman sekamarku yang lain berasal dari kota yang sama dimana aku tinggal. Aku tidak bertanya lebih jauh dan segera pergi karena khawatir antrian akan memanjang jika aku bertanya lebih banyak.

  Panti ini lumayan besar. Bahkan Aku dengar panti ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu panti Balita & anak-anak untuk usia 1-13 tahun, panti ABG untuk usia 13-16 tahun & panti Remaja untuk Usia 16-20 tahun lebih. Dari informasi yang aku dapat biasanya setelah 20 tahun mereka akan menikah, bekerja di panti asuhan sebagai pengurus panti atau bekerja dan hidup sendiri.

  Sebelum masuk kePanti Remaja aku melihat taman bermain. Aku melihat pemandangan yang biasa aku lihat. Disana ada seorang anak kecil yang tak biasa sedang bermain ayunan. Dia memakai baju kuning yang berlumuran darah. Darah itu berasal dari keningnya sebelah kanan yang bocor. Sepertinya anak kecil itu meninggal karena terjatuh dari ayunan dan kepalanya terbentur.

  Aku memang memiliki kemampuan dapat melihat makhluk halus sejak kecil. Dulu aku sering menangis saat pertama kali melihat mereka. Namun berkat almarhum nenek yang menenangkanku dan menjelaskan bahwa tak semua dari mereka itu jahat. Serta mereka tak akan menyakiti kita jika kita tak mengganggunya. Karena itu aku jadi terbiasa.

  Cara membedakan makhluk halus yang baik dan jahat sebenarnya cukup gampang. Dari aura yag berbentuk cahaya yang keluar dari sisi merkalah kita bisa tahu. Jika dia memiliki aura terang, maka dia baik dan begitu juga sebaliknya jika auranya gelap maka dia jahat.

***

"Selamat pagi! Apa kamu yang bernama Elvira?" Sapa ku setelah menemukan kamar No.09 dan mengetuk pintunya yang sedikit terbuka.

"Ia, ini Elvira. Panggil saja Vira." Balasnya sambil tersenyum.

"Aku Hana."

"Silahkan masuk dan salam kenal ya!" balas Vira.

"Hmmm..., salam kenal juga.." Balasku tersenyum dan bertanya "Dimana ranjangku?"

"Kamu bisa pakai yang tengah atau yg tepi, manapun yang kamu suka" jawabnya ramah. "Tapi maaf kita hanya punya satu almari untuk bertiga." imbuhnya.

"Oke, thanks. Aku akan pakai kasur dan almari yang tengah saja." jawabku.

"Sip!" katanya sambil mengacungkan jempolnya padaku.

   Ketika tengah sibuk memindahkan barang- barangku kealmari aku mendengar suara ketukan pintu. "Sepertinya teman srkamarku yang laim tuba." pikirku.

"Selamat pagi! Ini benar kamar No.R09?" Tanya seorang dibalik pintu itu. Suara manja itu mirip sekali dengan suara sahabatku salsa.

   Elvira membuka pintu dan menyambut gadis itu dengan antusias.Aku mendengar langkah kaki gadis itu memasuki kamar kami.

"Hana Kamila?" Panggil gadis yang baru masuk kamar kami dan meletakkan kopernya diatas kasur yang masih kosong. Aku terkejut karena dia tahu nama panjang ku. Akupun berbalik.

"Salsa! Gimana kamu bisa berada disini?" Tanyaku keheranan dan kami pun berbincang. Saat tengah berbincang tiba-tiba ada pengumuman khusus bagi anak panti dan siswa-siswi dari Kediri harus berkumpul di aula utama.

"Hana, menurutmu gimana kondisi panti ini? Berhantu gak? Aku lihat bagus dan gak serem kok." Ungkap salsa.

"Kata siapa gak serem, ada kok hantunya! Tuh dibelakang mu!" godaku.

"Aghhh... Aku takut." teriaknya manja sambil berlari padaku dan memelukku.

"Gak ada kok salsa. Aku kan cuma bercanda." kataku enteng.

Sekembalinya Elvira dari Aula, aku bertanya padanya. "Ada apa Vira?" tapi dia hanya bilang bahwa tak ada hal yang penting. Sebenarnya aku agak curi. kalo gak ada hal yang penting kenapa hanya anak panti yang diminta berkumpul. Tapi sudahlah, mungkin lain kali aku akan tahu.

***

Bersambung episode 2...